BERTEMU DAN BERCERITA DI CAFE YANG ASIK DENGAN SAJIAN MENU RAMAH DI KANTONG

cocok buat ketemu sahabat lama dan bercerita tentang masa lalu dan masa depan (foto istimewa)

 

Bandung, rexnewsplus.com – Bisnis kuliner di Kota Bandung menjadikan sebuah ladang usaha yang menghasilkan cuan banyak, kalau dikelola secara benar dan profesional. Fenomena berjualan makanan mulai dari tradisional hingga makanan mancanegara mudah ditemukan di Kota Bandung yang kini menjadi destinasi wisata unggulan di Pulau Jawa.

Berderet rumah makan dan cafe hampir disetiap ruas jalan di Kota Bandung, masing-masing dengan ciri khas dan pemasangan ornamen yang mampu menarik hati calon pembeli. Beragam nama diberikan, untuk kemudahan diingat atau ciri khas tertentu.

Salah satunya adalah Café Temu Cerita.

Dikomandani oleh Yovita Liza Felicia, SE, Ak, cafe ini baru beberapa bulan beroperasi, setelah cukup lama menimbang, memutuskan, menetapkan untuk mengambil tempat usaha di Jl. Jawa Nomor 36 Bandung. Lokasinya sangat mudah ditemukan, dengan patokan supermarket Indomaret, percis di sebelahnya.

Yovita Liza Felicia, SE, Ak, pemilik Temu Cerita (foto istimewa)

Lingkungan pendidikan dan perkantoran menjadikan cafe ini cepat berkembang, ditambah dengan beragam sajian menu dengan citarasa enak dan tidak membuat kantong bolong.

“Kami menyasar hampir semua lapisan masyarakat, Generasi Z, kaum milenial dan dewasa, terutama keluarga. Jadi kami jadikan café  ini sebagai tempat untuk bertemu, lalu bercerita, kongkow sambil menikmati menu yang kami siapkan,” ujar Liza, panggilan akrabnya saat ditemui rexnewsplus.com Minggu (08/03/2026).

Sebagai ekonom, Liza sudah menghitung semuanya berdasarkan Analisa SWOT dan yakin bahwa usaha kulinernya ini akan berkembang.

“Lokasi premium di tengah perkantoran umum dan militer, lingkungan pendidikan dengan lalu lintas dua arah yang ramai dan aman selama 24 jam. Dengan banyaknya cafe yang berdiri disekitar ini, ada keberagaman, mengundang orang untuk memilih sesuai dengan selera dan budget masing-masing,” kata Liza yang juga memiliki usaha kuliner rumah makan di beberapa tempat ini.

Sajian yang murah meriah ringan di kantong (foto istimewa)

Dengan range harga mulai dari belasan rupiah saja, hal ini menarik minat para pelajar untuk menikmati olahan makanan yang bersih dan bernilai gizi baik saat usai jam pelajaran. Tak pelak para karyawan atau anggota yang bekerja diseputaran Cafe  Temu Cerita ini memanfaatkan kesempatan baik ini, sehingga dengan kapasitas hingga 150 orang di Cafe Resto Temu Cerita ini selalu penuh.

Menu yang disiapkan mulai dari Western, antara lain Beef Creamy Mushroom Croissant, Sausage and Egg Croissant, Grill Chiecken Salad, Mix French Toast,, The Signature Temu Cerita, Mix Grill, Chicken Cordon Blue dan Sirloin Temu Cerita.

Aneka pizza yang bisa dinikmati sharing, ditemani munuman segar sambil bercerita (foto istimewa)

Harga yang di banderol untuk menu Western mulai dari IDR 23.000 hingga IDR 45.000 saja per porsi. Begitu pula harga yang sangat affordable untuk menu Asia / Tradisional, seperti Nasi Goreng Temu Cerita, Nasi Goreng Lidah Cabe Ijo, Nasi Goteng Asin Jambal, Chicken Salted Egg, Nasi Campur Temu Cerita,Riasted Chicken, Beef Lada Hitam, Nie Goreng Special, Kwetiau Goreng Special .

Selain Makanan berat, Café Temu Cerita menyediakan makanan ringan yang sungguh ringan di kantong,  Corn Ribs, Mac n Cheese, Cheesy Chicken Wings, Chicken Pop yang sangat disukai anak-anak. Bagi remaja dan kaum milenial Spicy Chicken wings menjadi menu favorit, selain Pempek Kapal Selam Besar. Juga ada Tahu Lada Garam, Chicken Drum Stick, Classic Frencj Fries dan aneka makanan lainnya.

penyuka mie dan pasta.. merapat….(foto istimewa)

Bagi penyuka pasta, Temu Cerita menyuguhkan Grilled Chicken Spaghetti, Spaghetti Bolognese, Spicy Chicken Scampy, Spaghetti Beef Mushroom Carbonara, Tenderloin Temu Cerita, Blackpepper Pasta Grilled Chicken danCreamy Pesto Spaghetti. Semua harganya bikin kaget dan pasti nambah menu.

Tersedia juga aneka Pastry, Pizza, Dimsum dan penyuka yang manis-manis seperti Pisang Caramel Brown Sugar, Mini Pancake Coklat Keju dan Pisang Coklat Keju.

Aneka minuman hangat dan segar juga tersedia Coffee Series mulai dari Coconut Coffee Cream hingga Japanese V60. Untuk Juice ada beraneka ragam yang sanggup menyegarkan para pelanggan.

Minuman yang menyegarkan, niikmat dinikmati sambil mendengar cerita-cerita teman (foto istimewa)

“Kami buka normal mulai pukul 09.00 hingga pukul 22.00 WIB. Rush hour biasanya di pukul 12.00,16.00 dan 18.00 WIB. Khusus selama bulan Ramadhan hampir setiap hari café kami penuh untuk acara berbuka puasa,” papar Liza.

Tambah dia, menu Temu Malon adalah kojo Cafe ini, selain camilan yang enak dan ramah di kantong. Tempat yang ditata homy dan cozy membuat para tamu betah duduk makan dan minum di café ini.

Olahan Burung Malon yang menjadi andalan disini diracik dengan sepenuh hati untuk dinikmati para pelanggan. Mungkin tidak banyak yang menyiapkan menu ini, sehingga pecinta menu olahan seperti Malond Goreng Special, Malond Telur Asin dan Malon Bakar selalu dinanti. Malon adalah singkatan dari Manuk Londo atau Masyarakat luas mengenal dengan nama Burung Puyuh.

“Barista kami juara, banyak yang suka dengan racikan kopinya. Perpaduan kopi dan croisant yang kami siapkan banyak disukai kaum milenial dan eksmud yang bicara bisnis di private VIP room kami,” ucap Liza yang selalu terjun langsung mengawasi para waiter dan waitress dalam melayani tamu.

Beberapa group ibu-ibu arisan, pengajian dan komunitas sudah memesan tempat ini untuk acara Halal Bi Halal setelah lebaran nanti. (js/rn+)

 

Redaksi menerima sumbangan tulisan, berita dan artikel yang berhubungan dengan pariwisata. Apabila memenuhi syarat, setelah melalui proses editing seperlunya akan segera ditayangkan. Materi dan photo-photo (max 5 gambar) bisa di kirimkan melalui nomor WA Redaksi +62 81320-97-9339

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *