BISNIS SEWA KENDARAAN SANGAT LESU DI PERIODE LEBARAN 2026

Bandung, rexnewsplus.com – Beberapa pengusaha transportasi di Kota Bandung mengeluhkan turun drastisnya permintaan pemakaian kendaraan untuk periode lebaran tahun ini. Fenomena sepi permintaan terjadi sudah dimulai sejak tahun 2023 lalu.

Perbaikan infrastruktur, khususnya Tol Trans Jawa, kemudahan kredit kendaraan dan harga kendaraan yang terjangkau disinyalir menjadi pemicu rendahnya permintaan sewa unit transportasi wisata.

“Keluarga yang memiliki kendaraan cenderung ingin mencoba menyetir sendiri untuk kegiatan mudik atau libur lebaran. Jalan yang bagus mulus, terhubung ke hampir semua kota di Pulau Jawa, disetiap rest area ada layanan dari masing-masing merk kendaraan. Kenyamanan yang diciptakan ini memicu menggunakan kendaraan sendiri dan atau menyewa dengan system self drive atau lepas kunci,” terang Theodorus Primaxylxla Jodimarlo, pengusaha muda Rex Trans Bandung.

Theodorus Primaxylxla Jodimarlo (Jodi), pengusaha muda Rex Trans Bandung. (foto dok pribadi / istimewa)

Bagi Jodi, panggilan akrabnya, secara ekonomis mungkin lebih murah bila menggunakan unit sendiri, tetapi faktor kelelahan, tidak hapal kondisi jalan atau tidak terbiasa menyetir jarak jauh bisa memicu hal-hal yang kurang mengenakan.

“Kami ada belasan unit kendaraan kecil, beberapa unit menengah seperti type Hi Ace dan Premio dan juga beberapa medium bus. Kami tidak lepas kunci, harus memakai in house driver yang sudah dilatih dan berpengalaman bertahun-tahun. Keamanan dan kenyamanan sangat kami utamakan, sehingga lebaran tahun ini menyenangkan,” jelas Jodi  yang memimpin  tujuh perusahaan yang tergabung pada Jodirexa Corporation, pada rexnewsplus.com saat disambangi di garasinya, Rabu (18/03/2026).

Menurut Jodi, walaupun permintaan kendaraan dari end user menurun, pemakaian dan permintaan dari rekanan sesama travel agent tetap ada.

“Tour series tamu China, India, Singapore, Eropa tetap berjalan, reservasi kendaraan bagi group tersebut sudah kami terima sejak tahun kemarin. Ada beberapa pembatalan dari agents di Eropa dan Timur Tengah sehubungan dengan kondisi geopolitik yang terjadi,” kata Jodi menutup percakapan.

Hal senada disampaikan pula oleh Agustian Munaf, pengusaha tour travel asal Bandung ini.

Agustian Munaf, berfokus pada online sales yg menyasar pasar Brunei dan Malaysia (foto istimewa)

“Trend lebaran sewa kendaraan dibanding tahun lalu menurun, sampai lebih kurang 50%, biasa sebulan sebelumnya sudah ada min 5 -7 reservasi dengan booking deposit, kali ini hanya ada  beberapa saja. Periode lebaran ini Nuansa Tours Bandung  menerima dua bookingan dengan deposit, untuk tipe hiace premio dan sewa hiace commuter untuk wisata di Kota Bandung,” ungkap Agustian saat dihubungi lewat jaringan telepon.

Agustian menambahkan, pada musim libur lebaran ini pihaknya memakai aturan minimum pemakaian, yaitu minimum dua hari, tiga hari, lima hari dan seterusnya  dengan masing-masing harga yang sudah disepakati.

“Tentunya ada perbedaan harga yang kami sebut toeslag, ini untuk membayar lebih para driver kami yang bertugas pada hari lebaran. Seluruh unit kami harus memakai sopir Batangan, tidak lepas kunci,” tambah pria jangkung yang lebih banyak menyasar tamu-tamu dari Malaysia dan Brunei ini.

Sebagai pemilik Nuansa Tours Bandung yang sudah berkiprah di dunia pariwisata belasan tahun ini, Agustian terfokus pada penjualan online. Namun baginya leads atau permintaan tahun ini sangat berkurang dibanding tahun-tahun sebelumnya. Hal inipun dirasakan oleh pengusaha transportasi lain, yakni Nico Darmawan Effendi yang sudah melakoni bisnis tour travel dan transpirtasi selama puluhan tahun.

Nico Darmawan Effendi pengusaha tour travel & trasport Bandung (foto nico/istimewa)

Bagi Nico, fenomena sewa kendaraan dengan supir agak menurun lebaran tahun ini, baginya dengan menjamurnya  rental dadakan dan atau mungkin karena banyaknya rental rental perorangan yang meminati sektor ini.

“Tidak ada aturan yang tegas dari pemerintah dan regulasi tata niaga yang baik dalam penyelenggaraan kegiatan pariwisata khususnya sewa transportasi pariwisata, sehingga siapapun bisa melakukan hal tersebut. Pengguna juga bebas memilih dengan banyaknya jenis warna dan layanan yang menggiurkan,” jelas Nico melalui pesan whatsapp pada rexnewsplus.com.

Nico melalui unit usaha Exotrans memiliki beberapa unit Avanza, Innova, Hi Ace tidak memberikan layanan lepas kunci. Baginya faktor kenyamanan, keamanan dan keselamatan menjadi hal yang utama. Dengan kenaikan harga sewa baginya sangat wajar, dimana kelebihan tarif tersebut diberikan pada sopir.

“Kebijakan managemen kami utk periode lebaran ini fee sopir kami naikan double, kami sangat menghargai sopir yang mau bekerja di hari raya ini,” pungkas Nico

Bukan hanya pengusaha rental mobil-mobil kecil yang mengeluh sepi order untuk libur lebaran tahun ini, pengusaha PO Bus Pariwisata pun senada, mengeluhkan drastisnya permintaan pemakaian bus.

Cipto Prasojo pengusaha Marjaya Trans bandung (foto dok pribadi / istimewa)

“Menurut data penjualan kami, sejak tahun 2024 kecenderungan permintaan unit bus periode lebaran semakin menurun. Tahun 2023 masih bagus. Tahun ini penurunan permintaan hingga lebih dari 50%,” ucap Cipto Prasojo, pemilik PO Bus Marjaya kepada rexnewsplus melalui pesan singkat.

Bagi Cipto, hampir seluruh bus besar stand by menunggu ordak – order dadakan, karena musim lebaran sekarang pemakaian kendaraan cenderung pada unit kecil. Tipe Elf, Hi ace dan medium bus banyak diminati, karena pemakai adalah keluarga yang jumlahnya kecil.

“Khusus pemakaian di Bandung, para penyewa lebih memilih kendaraan lebih kecil dibandingkan bus, karena kondisi jalanan yang kecil dan padat di sini, sehingga mudah bermanuver atau mencari alternatif jalan lain bila terjadi kemacetan dan kepadatan. Kalau bus besar mau tidak mau harus on track dan ini membuat kurang nyaman saat terjadi kemacetan,”  kata Cipto yang juga membuat kebijakan menaikan upah pengemudi khusus periode high season ini.

Muhammad Nugraha, sales senior PO Kharisma Premium (foto inu /istimewa)

Lain halnya dengan Muhammad Nugraha, sales senior PO Kharisma Premium, kendati mengeluhkan drastisnya permintaan pemakaian bus kali ini, pihaknya terbantu dengan permintaan pemerintah untuk penyelenggaraan Mudik Gratis.

“Alhamdulilah sebagian unit bus besar kami dipakai untuk Mudik Gratis ke wilayah Jawa Tengah. Walaupun dengan harga atau budget yang dibawah standar, tetapi kami tetap mendukung program pemerintah ini, karena kami pikir ini saatnya kami membantu membahagiakan pemudik agar nyaman berlebaran di kampung halaman, dengan tidak berdesak-desakan atau bahkan tidak kebagian tiket pulang,” kata Inu, panggilan akrabnya kepada awak rexnewsplus.com dalam pesan suaranya.

Tambah Inu, periode H-7 H+7 hanya satu atau dua unit keluar, namun mirisnya kebijakan toeslag atau penyesuaian harga yang ditawarkan pada tamu membuat para tamu keberatan.

“Saya naikan sedikit untuk memberikan tambahan bagi pengemudi dan kenek, mereka mundur dan di PO lain diberikan harga normal. Tapi rezeki memang sudah ada yang mengatur, kita tetap berusaha,” tutup Inu yang mengoperasikan belasan unit JB5 terbaru.  (js/rn+)

Redaksi menerima sumbangan tulisan, berita dan artikel yang berhubungan dengan pariwisata. Apabila memenuhi syarat, setelah melalui proses editing seperlunya akan segera ditayangkan. Materi dan photo-photo (max 5 gambar) bisa di kirimkan melalui nomor WA Redaksi +62 81320-97-9339

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *