RESTO RASA PAWON LAWAS MENGUSUNG CITA RASA NUSANTARA YANG MEMBERIKAN MAKAN GRATIS KHUSUS PELAJAR DAN MAHASISWA TERDAMPAK BENCANA

Area lesehan Rumah Makan Rasa Pawon Lawas (foto joseph)

 

Bandung, rexnewsplus.com – Bisnis kuliner di Kota Bandung bukan rahasia lagi kalau dikelola secara benar dan profesional akan menangguk untung berlipat. Apapun makanan olahan yang diracik oleh tenaga rumahan hingga chef internasional akan diburu oleh pecinta kuliner.

Sebut saja olahan dari tepung kanji, dalam bahasa Sunda aci, cilok, cilor, cibay, cireng, yang semua itu singkatan, hingga seblak, menempati urutan teratas dikalangan penggemarnya. Terlebih dari itu makan berat apapun mau tradisional hingga internasional bila dikonsumsi di Bandung akan terasa lebih enak dan menjadi viral.

Mengapa makan di Bandung terasa lebih nikmat ? Karena posisi geografis kota Bandung yang lebih tinggi di Bandingkan dengan kota-kota lain menyebabkan suhu udara lebih dingin. Dalam jurnal The Effects of High-Temperature Weather on Human Sleep Quality and Appetite dijelaskan bahwa ketika suhu lingkungan meningkat, tubuh akan berusaha menyesuaikan diri agar suhu tubuh tetap stabil.

Dikutip dari Detik.com, salah satu caranya adalah dengan menekan asupan energi, yang kemudian berdampak pada berkurangnya nafsu makan. Hal ini menunjukkan bahwa suhu lingkungan memang berperan dalam mengatur rasa lapar dan keinginan untuk makan

Dengan demikian, anggapan bahwa udara dingin bisa membuat nafsu makan meningkat bukan sekadar mitos. Fenomena ini memiliki dasar ilmiah secara tidak langsung, yang merujuk pada penelitian tentang pengaruh suhu lingkungan terhadap pengaturan nafsu makan manusia.

Udara dingin sering dikaitkan dengan rasa lapar yang lebih cepat datang dan porsi makan yang terasa bertambah. Kondisi suhu rendah memang memicu tubuh membakar lebih banyak energi untuk menjaga suhu inti, sekaligus mempengaruhi hormon pengatur rasa lapar, sehingga nafsu makan cenderung meningkat.

Dwi Djatmiko Sutrisno, SE, CEO Rumah Makan Rasa Pawon Lawas (foto joseph)

Mengamati fenomena itu dan didorong pengalaman pribadi, Dwi Djatmiko Sutrisno, SE, CEO Rumah Makan Rasa Pawon Lawas yang terletak di Jalan Sukabumi No.3 Kota Bandung ini menuturkan pada rexnewsplus.com. Menurutnya selain masakan Sunda, masakan apapun bila diolah dengan tepat akan dikonsumsi lebih nikmat di Bandung.

“Saya orang perantauan, dari wilayah Jawa Timur. Ketika saya menginjakan kaki pertama kali di Bandung, saya melihat lebih banyak rumah makan ala Sunda. Saya berfikir tentunya para perantau pasti akang rindu akan masakan dengan cita rasa daerahnya. Perantau dari Makassar mungkin akan rindu pada Coto Makassar, orang Jawa Timur akan rindu pada Rawon, dari Jogya rindu pada gudegnya. Saya pikir kenapa tidak saya mengakomodir hal itu dengan resep dari dapur masing-masing daerah agar rasa kangen masakannya terpenuhi,” ungkap Miko, panggilannya saat ditemui di kedainya, Minggu (18/01/2026).

Rumah Makan Rasa Pawon Lawas ini mulai beroperasi sejak awal Desember 2025, dengan mengusung konsep masakan Nusantara dengan harapan bagi masyarakat yang di luar Bandung yang perantauan misalkan dari Jawa, dari Surabaya, atau dari Semarang, ataupun dari Makassar, itu tidak perlu bingung-bingung untuk mencari tempat makan khas daerah masing-masing. Cukup datang ke Rasa Pawon Lawas, yang akan menyiapkan makanan-makanan khas dari daerah-daerah di Indonesia.

layanan ramah dan santai membuat tamu betah dan nyaman (foto joseph)

“Kedepannya kami akan ekspansi bukan hanya makanan Nusantara, tetapi juga akan menyiapkan makanan khas dari India. Kami melihat arus kunjungan wisatawan dari India ke Bandung mulai meningkat, untuk itu kami akan coba datangkan chef asli dari India yang akan menyajikan masakan otentik India, bukan saja untuk wisatawan India, tetapi bagi masyarakat Indonesia yang ingin merasakan cita rasa masakan negeri Amitabh Bachan itu,” ungkap Miko optimistis.

Dari hasil pengamatan dan statistik permintaan sementara, olahan ayam taliwang khas Lombok saat ini menduduki tempat teratas, disusul olahan khas Madura, bebek Goreng dan Kaldu Kokot Iga. Selain itu Pecel dan Nasi Rawon pula menjadi favorit pengunjung.

“Gedung Restoran kami ada kurang lebih 5 ruangan yang keseluruhan bisa menampung lebih dari 200 orang. Ada outdoor, ini konsepnya lebih ke Café, smoking room sambil menikmati racikan kopi dari Barista andalan tersertifikasi juga cemilan nikmat dengan harga bersahabat menemani kongkow asyik menikmati Long Black ataupun Americano, Risoles, croissant hingga pisang goreng. Lalu area indoor dengan table yang tertata apik dan sudut ice cream yang kami sajikan dengan showcase-nya,” ujar miko sambil mengajak rexnewsplus.com tour de restaurant.

VIP Room yg dilengkapi wifi, netwflix, disney fasiltas karaoke untuk pertemuan yang lebih privasi. (foto joseph)

Lanjut dia, VIP Room yang dilengkapi pendingin udara yang bisa menikmati tontonan asik dari Netflix ataupun Disney ataupun berkaraoke ria. Kapasitas hingga 50 orang duperuntukan bagi konsumen yang ingin mengadakan meeting atau gathering yang lebih privasi.

“Nobar pertandingan sepak bola minggu lalu tempat ini menjadi buruan komunitas. Kedepannya kami sudah pula menerima bookingan dari komunitas pecinta F1 dan Moto GP untuk Nobar. Ruangan tidak terlalu besar, tetapi sangat nyaman,” tutur Miko.

Selain itu terdapat area lesehan yang bisa menampung sekira 30 orang di area belakang, ada mushola dan toilet bersih yang bisa pula untuk mandi. Miko sudah menyiapkan tempat ini untuk Masyarakat yang datang ke Bandung pagi hari, bisa mandi dan sarapan sebelum melanjutkan kunjungannya di Kota Bandung. Posisi strategis di pusat Kota Bandung yang dekat dengan kantor-kantor pemerintah, Stasiun dan jalan utama dengan spasi parkir yang cukup.

Tampak depan resto Rasa Pawon Lawas di Jl. Sukabumi no 3 Kota Bandung (foto joseph)

Restoran ini buka dari pukul 07.00 sampai puku 21.00 untuk weekdays dan tutup pukul 22.00 untuk Weekend. Akan tetapi untuk group yang datang dengan konfirmasi di luar jam itu resto akan tetap dilayani.

“Sebagai wujud bantuan dan kemanusian, restoran kami menggratiskan makan bagi para pelajar dan mahasiswa dari Aceh dan Sumatera Barat yang terdampak bencana banjir dengan menunjukan kartu pelajar atau kartu mahasiswa. Adik-adik mahasiswa atau anak-anak pelajar yang sedang merantau yang terkena musibah di kampung halaman harus tetap sehat. Kami peduli untuk itu,” pungkas Miko. (js/rn+)

 

Redaksi menerima sumbangan tulisan, berita dan artikel yang berhubungan dengan pariwisata. Apabila memenuhi syarat, setelah melalui proses editing seperlunya akan segera ditayangkan. Materi dan photo-photo (max 5 gambar) bisa di kirimkan melalui nomor WA Redaksi +62 81320-97-9339

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *