SAUS TOM YAM SHABU-SHABU HARGA KAKI LIMA RASA BINTANG LIMA ADA DI PUSAT KOTA BANDUNG

tampilan yang menggoda selera (foto istimewa)

Bandung, rexnewsplus.comShabu-shabu (しゃぶしゃぶ) atau shabu shabu adalah makanan Jepang jenis Nabemono berupa irisan sangat tipis daging sapi yang dicelup ke dalam panci khusus berisi air panas di atas meja makan, dan dilambai-lambaikan di dalam kuah untuk beberapa kali sebelum dimakan bersama saus (tare) mengandung wijen yang disebut gomadare atau ponzu. Di dalam panci biasanya juga dimasukkan sayur-sayuran, tahu, atau kuzukiri.

Benarkah shabu-shabu ini makanan asli Jepang ?

Dari berbagai literasi dan dikutip dari wikipedia.org, diketahui bahwa di Beijing dan bagian timur laut Tiongkok dikenal masakan bernama shuan yang rou (Hanzi:涮羊肉), yang mana makanan itu  berupa irisan tipis daging domba yang dimasak di panci berisi air mendidih dan biasa dinikmati di musim dingin.

Pada zaman dulu, shabu-shabu dimasak di atas kompor arang, sehingga di tengah-tengah panci shabu-shabu sengaja dibuat lubang seperti cerobong untuk memasukkan arang. Di Tiongkok, panci semacam ini disebut huo guo zi (Hanzi:火鍋子).

Masakan ini kemudian dibawa masuk ke Jepang oleh orang Jepang yang pernah tinggal di wilayah Manchuria.

Sajian steamboat ala PSY (foto istimewa)

Pemilik rumah makan Jūnidanya yang menjual Ochazuke dan Mizutaki di Kyoto mendengar tentang kebiasaan makan di Tiongkok dari orang yang pernah tinggal di sana. Pemilik rumah makan lalu mendapat ide untuk meletakkan irisan tipis daging sapi di atas nasi dan dimakan secara Ochazuke dengan cara menyiramkan teh hijau panas di atasnya.

Pada tahun 1952, restoran Suehiro di Osaka mulai menghidangkan masakan dari irisan tipis yang diberi nama Shabu-shabu dan berhasil mendapatkan merek dagang untuk masakan ini pada tahun 1955.

Selain irisan sangat tipis daging sapi, daging lain yang bisa dimakan secara shabu-shabu misalnya daging ayam, daging domba, ikan fugu, gurita dan ikan kakap. Gyūshabu adalah sebutan untuk shabu-shabu daging sapi.

Di Hokkaido, shabu-shabu daging domba disebut Ramushabu. Shabu-shabu daging babi disebut Tonshabu atau Butashabu. Di Nagoya dikenal shabu shabu dengan ayam Nagoya Kōchin yang disebut Niwatorishabu.

Dari sejarah tersebut, makanan berkuah dan bakaran beredar ke hampir pelosok dunia dengan penyesuaian pola makan dan lidah masyarakat setempat dan itu sampai pula ke Masyarakat Indonesia yang sesungguhnya memilik ribuan kearifan masakan lokal di Tanah Air.

Shabu-shabu yang kita kenal sekarang lebih banyak dijual di wilayah perkotaan. Menyantap shabu-shabu mencirikan grade lebih tinggi dari masyarakat pada umumnya. Makan shabu lebih ke cara bergaul, gaya hidup, style kemapanan di tatanan sosialita.

menikmati Shabu-shabu sudah menjadi gaya hidup masyarakat kota (foto istimewa)

Menikmati shabu-shabu artinya telah mengocek beberapa kali saat menyantap soto atau rawon, dengan kata lain dikaiykan sebagai makanan para Sultan yang mahal.

Akan tetapi paradigma masyarakat tersebut sudah dipatahkan oleh kehadiran PSY di Kota Bandung. PSY atau Pattaya Steamboat Yakiniku adalah kedai khusus untuk menikmati kelezatan shabu-shabu kelas kaki lima tetapi dengan cita rasa bintang lima.

Terletak di Jl. Hasanudin 26 – Dipati Ukur Bandung, greeter PSY akan menyambut para penikmat shabu dengan hangat dan ramah.

Gedung berlantai 2 ini bisa memuat hingga leboh dari 120 tamu, dilengkapi dengan peralatan modern menikmati kuah shabu panas hasil racikan chef berpengalaman. Tempat parkir yang luas, ruang makan semi terbuka, ruang VIP, Toilet dan mushola.

terletak di pusat kota Bandung, easy to access dari segala penjuru (foto joseph)

“Kuah Tom Yum menjadi favorit para pelanggan kami sejak tahun 2008. Itu terinspirasi saat kami jalan-jalan ke Pattaya Thailand dan kami jadikan spesialisasi di restoran dengan menyediakan paket steamboat dan yakini-ku,” ungkap Erika Yuliana pemilik kedai yang memiliki 3 cabang di Bintaro, bekasi dan Bandung ini pada rexnewsplus.com, Selasa (03/02/2026).

Lanjut dia, PSY dibangun pada tahun 2008, awalnya kaki lima di daerah Bintaro, sektor sembilan. Rupaya sambutan masyarakat begitu bagus, sangat menyukai racikan resep rahasia kuah tom yum dan kuah ayam.

“Nah, setelah dari itu, mulai pelan-pelan kami masuk ke food court dulu, lalu pada tahun 2014 kami buka di Bandung, di Jalan Rangga Malela. Alhamdulilah grafik penjualan terus meningkat, dan mulai tahun 2020 kami pindah ke Jalan Hasanuddin ini,” jelas Erika sambil mengenang perjalanan usahanya.

Erika Yuliana pemilik kedai yang memiliki 3 cabang di Bintaro, bekasid an Bandung (foto istimewa)

Erika bersama suaminya adalah type pekerja keras yang mengendalikan tiga cabang di Bintaro, Bandung dan Bekasi. Kedepannya akan dibuka di beberapa kota di Indonesia  dengan pola kemitraan.

Sebagai pemegang hak cipta PSY – Pattaya Steamboat Yakini-ku yang dilindungi HAKI, cita-citanya ingin mengembangkan kearifan usaha ekonomi masyarakat lokal, memajukan para umkm, para pemasok bahan baku dengan usaha kemitraan yang saling menguntungkan.

Saat rexnewsplus.com dan sejumlah pelaku pariwisata Kota Bandung diundang test food, Erika mengatakan bahwa ingin menjalin kerjasama yang erat, mutual benefit.

“Selama ini yang datang pada kami  secara sporadis saja, tidak ada reservasi, sehingga banyak yang tidak kebagian tempat. Untuk itu kami mengajak para pelaku pariwisata untuk membawa para pelanggan dan wisatawannya ke tempat kami. Kami faham banyak resto shabu di Kota Bandung, tetapi kami menjanjikan kepuasan para tamu akan cita rasa yang nikmat dan tentunya timbal balik pada pelaku juga kami siapkan,” papar  Erika.

Para pelaku pariwisata Kota Bandung test food (foto istimewa)

Kepercayaan diri Erika begitu kuat dengan racikan menu saus  atau kuah yang dibuatnya. Baginya resep rahasia yang dikhususkan bagi para pelanggan akan selalu disajikan yang dibuat dari  bahan-bahan pilihan  dan berkualitas.

“Saus dan kuah ini kami racik sendiri dan review dari customer yang datang mereka rata-rata suka sekali pada kuah-kuah yang kami sajikan. Mungkin cocok dan sesuai dengan untuk lidah orang Indonesia yang umumnya senang dengan rasa yang kuat. Walaupun rasanya dari Jepang tapi disesuaikan dengan selera Indonesia jadi mereka cocok,” ujar Erika.

Dari sisi harga  juga dari sisi harga terjangkau karena kita itu menyediakan paket-paket mulai dari dua orang sampai ramean berdua puluh lebih pun ada. Kapasitas hingga 120 orang bisa terakomodasi.

Dengan range harga di IDR 60.000 an sampai IDR 80.000 an per kursi dengan durasi makan 90 menit dijamin pelanggan akan benar-benar menikmati sajian steamboat ini.

Untuk harga paket mulai IDR 109.000 sudah paket komplit dan bisa tambah daging, sosis, daging sapi, daging ayam, minum, nasi.

“Hingga bulan Maret 2026 ini kami berikan potongan harga menarik, hubungi greeter kami saat reservasi. Banyak penjual shabu-shabu di Bandung, tetapi kami jamin harga kaki lima kami setara dengan rasa Bintang lima.” tutup Erika (js/rn+)

 

 

Redaksi menerima sumbangan tulisan, berita dan artikel yang berhubungan dengan pariwisata. Apabila memenuhi syarat, setelah melalui proses editing seperlunya akan segera ditayangkan. Materi dan photo-photo (max 5 gambar) bisa di kirimkan melalui nomor WA Redaksi +62 81320-97-9339

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *