MAGNET BARU ASIA TENGGARA : HANOII PUKAU WISATAWAN INDONESIA YANG TAK TERLUPAKAN

Di jantung kota Hanoi, ada sebuah tempat unik, namanya ‘Train Street’. Di mana kopi dan kereta bertemu. Di sini, secangkir kopi dinikmati hanya beberapa senti dari rel yang aktif dilalui kereta setiap hari. (Foto kliknusae.com)
Bandung, rexnewsplus.com – Minat wisatawan Indonesia berlibur ke Vietnam terus menanjak. Hanoi, ibu kota negara itu, kini menjadi destinasi yang paling banyak diburu pelancong Indonesia.
Hal ini terjadi seiring meningkatnya ketertarikan terhadap wisata sejarah, budaya, dan kuliner yang ditawarkan kota tersebut.
Data platform perjalanan daring Agoda menunjukkan pencarian perjalanan dari Indonesia menuju Hanoi sepanjang Januari hingga Mei 2026 melonjak 86 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Demografi
Kenaikan itu menempatkan Indonesia di antara tiga pasar terbesar penyumbang pencarian wisata ke Vietnam, bersama Thailand dan Filipina.
Fenomena serupa juga terjadi di sejumlah negara lain. Dari Filipina, pencarian menuju Hanoi meningkat 82 persen, sedangkan dari Qatar naik 49 persen.
Temuan ini memperlihatkan bahwa ibu kota Vietnam semakin mengukuhkan posisinya sebagai salah satu magnet wisata baru di kawasan Asia.
Sementara itu Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) ASTINDO (Asosiasi Travel Agent Indonesia) Jawa Barat, Joseph Sugeng Irianto, menilai meningkatnya minat wisatawan Indonesia ke Hanoi didorong oleh dua faktor utama. Yakni pengalaman (experience) dan gengsi.
Menurut dia, masyarakat Indonesia kini tidak sekadar mencari tempat berlibur, tetapi juga destinasi yang menawarkan pengalaman baru sekaligus memiliki nilai prestise.
“Hanya ada dua alasan. Pertama experience, kedua gengsi. Orang ingin merasakan sesuatu yang berbeda, sekaligus mengunjungi destinasi yang sedang menjadi pembicaraan,” kata Joseph ketika dihubungi Nusae Rabu, 15 Juli 2026.
Ia menilai Vietnam memiliki sejumlah destinasi yang tidak dijumpai di Indonesia. Padahal, secara geografis maupun sosiologis, kedua negara memiliki banyak kemiripan.
Kota dalam kabut
“Meski secara geografis dan sosiologis sebetulnya tidak terlalu berbeda jauh. Bahkan, pertaniannya masih kuno atau tradisional. Misalnya di Indonesia sudah menggunakan traktor, di beberapa daerah di sana masih memakai kerbau,” ujarnya.
Menurut Joseph, salah satu kawasan yang paling diminati wisatawan mancanegara adalah Sa Pa, kota pegunungan yang dijuluki Kota dalam Kabut.
Berada di Provinsi Lao Cai, sekitar 350 kilometer dari Hanoi, kawasan tersebut menjadi magnet wisata berkat lanskap alam dan berbagai destinasi ikoniknya.

Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) ASTINDO (Asosiasi Travel Agent Indonesia) Jawa Barat, Joseph Sugeng Irianto. (Foto Istimewa)
Di Sa Pa, wisatawan dapat mengunjungi Puncak Fansipan yang dikenal sebagai “atap Indochina”, Gereja Batu Sa Pa, Air Terjun Cinta, hingga hamparan sawah bertingkat yang menjadi ciri khas wilayah pegunungan Vietnam utara.
Kombinasi panorama alam, budaya masyarakat lokal, dan udara pegunungan yang sejuk menjadikan kawasan ini salah satu tujuan favorit wisatawan internasional.
Joseph menilai keberhasilan Sa Pa tidak lepas dari konsistensi pemerintah Vietnam dalam mengembangkan kawasan wisata.
Infrastruktur dibangun secara bertahap, akses transportasi diperbaiki, sementara kualitas layanan pariwisata terus ditingkatkan.
Perjalanan & Transportasi
Kepedulian Pemerintah
“Kepedulian pemerintah setempat dalam mendorong destinasi di sana berkembang menjadi salah satu kunci. Mulai dari mempersiapkan infrastruktur hingga menaikkan kelas hospitality-nya. Warga di sana juga sangat ramah terhadap wisatawan,” katanya.
Daya tarik Hanoi sendiri tidak hanya bertumpu pada statusnya sebagai ibu kota Vietnam. Kota ini menawarkan perpaduan kawasan bersejarah Old Quarter.
Ada danau-danau yang menjadi ruang publik warga, serta kekayaan kuliner yang selama ini menjadi salah satu magnet utama bagi wisatawan mancanegara.
Agoda juga mencatat pola pencarian yang berbeda dari sejumlah negara. Wisatawan asal China, Malaysia, dan Selandia Baru lebih banyak mencari Ho Chi Minh City sebagai tujuan perjalanan.
Sedangkan wisatawan Thailand cenderung memilih Da Nang yang terkenal dengan pantai dan wisata alamnya.
Meningkatnya minat wisatawan tersebut sejalan dengan pertumbuhan kunjungan internasional ke Vietnam.
Pada paruh pertama 2026, negara itu menerima sekitar 12,3 juta wisatawan mancanegara. Atau meningkat 14,9 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Pertumbuhan itu menunjukkan industri pariwisata Vietnam masih bergerak positif di tengah ketidakpastian global.
Perjalanan & Transportasi
Selain didukung promosi yang agresif dan kemudahan akses penerbangan, citra Vietnam sebagai destinasi yang aman. Serta keseriusan pemerintah mengembangkan kawasan wisata dinilai menjadi faktor yang semakin memperkuat daya saing negara tersebut di pasar pariwisata Asia. ***
Artikale ini sudah tayang di Nusae tanggal 15 juli 2026 dengan judul Wisatawan Indonesia Berbondong Memburu Hanoi, Experience dan Gengsi Jadi Daya Tarik.
(ln/js/rn+)
Redaksi menerima sumbangan tulisan, berita dan artikel yang berhubungan dengan pariwisata. Apabila memenuhi syarat, setelah melalui proses editing seperlunya akan segera ditayangkan. Materi dan photo-photo (max 5 gambar) bisa di kirimkan melalui nomor WA Redaksi +62 81320-97-9339


Leave a Reply
Want to join the discussion?Feel free to contribute!