Putra Daerah Dorong Pariwisata Berkelanjutan, Komisi VII DPR Apresiasi Langkah IKA NHI Bandung

Foto bersama dari kiri ke kanan Ni Luh Puspa, Saleh Daulay, Widiyanti Putri Whadhana , Tantowi Yahya , Wisnu Aji Nugroho (foto istimewa)

Jakarta, rexnewsplus.com – Upaya mendorong penguatan ekosistem pariwisata dari daerah mendapat perhatian di tingkat nasional. Ikatan Alumni NHI Bandung (IKA NHI) bertemu dengan Komisi VII DPR RI dalam audiensi yang berlangsung di Gedung Nusantara DPR RI, 4 Februari, bertepatan dengan agenda rapat kerja Komisi VII bersama Kementerian Pariwisata yang membahas penguatan sektor pariwisata nasional.

Pertemuan tersebut diterima langsung oleh Ketua Komisi VII DPR RI Dr. H. Saleh Partaonan Daulay, M.Ag. Hadir dalam audiensi antara lain Tantowi Yahya dan Wisnu Aji Nugroho, bersama sejumlah pelaku industri dan komunitas pariwisata.

Ketua Komisi VII DPR RI Dr. H. Saleh Partaonan Daulay, M.Ag. mengapresiasi langkah cepat para alumni yang aktif menjalin komunikasi lintas kementerian dan pemangku kepentingan untuk memperkuat ekosistem pariwisata nasional.

Ia menegaskan bahwa partisipasi komunitas profesional sangat penting dalam mendukung fungsi legislasi dan pengawasan DPR, terutama agar kebijakan yang lahir benar-benar berbasis kebutuhan lapangan dan mampu memperkuat daya saing pariwisata Indonesia.

Peran Komisi VII dalam Pengembangan Pariwisata dan Industri

Komisi VII DPR RI merupakan alat kelengkapan dewan yang membidangi perindustrian, pariwisata, ekonomi kreatif, UMKM, serta lembaga penyiaran publik seperti TVRI, RRI, dan ANTARA. Dalam lingkup tugas tersebut, Komisi VII menjalankan fungsi legislasi, pengawasan, dan penganggaran terhadap kementerian dan lembaga mitra kerja, termasuk Kementerian Pariwisata, Kementerian Perindustrian, serta kementerian dan lembaga terkait pengembangan industri dan ekonomi kreatif.

Karena itu, berbagai gagasan yang muncul dalam audiensi dinilai relevan dengan arah kebijakan nasional, khususnya dalam penguatan sumber daya manusia pariwisata dan pembangunan berkelanjutan.

Gagasan Penguatan Hospitality, SDGs, dan Ekonomi Karbon

Dalam pertemuan tersebut, Tantowi Yahya menyampaikan rencana untuk mendorong sosialisasi budaya hospitality secara lebih merata di berbagai daerah melalui kerja sama lintas kementerian, termasuk pertemuan yang direncanakan dengan Kementerian Dalam Negeri dan Kementerian Sosial, agar masyarakat di berbagai daerah memiliki pemahaman dasar tentang pelayanan dan pariwisata.

Sementara itu, Wisnu Aji Nugroho mengusulkan agar kurikulum dasar hospitality dapat diperkenalkan dalam program pendidikan nasional seperti Sekolah Rakyat dan Sekolah Garuda, sehingga masyarakat terbiasa dengan prinsip pelayanan yang berdampak pada ekosistem pariwisata dan pergerakan ekonomi di daerah.

Sebagai Wakil Dewan Pakar Asosiasi Ahli Emisi Karbon Indonesia, Wisnu juga menekankan pentingnya memasukkan aspek ekonomi karbon dan prinsip Sustainable Development Goals (SDGs) ke dalam peraturan turunan Undang-Undang Pariwisata yang baru. Ia menilai alumni NHI dapat dilibatkan untuk membantu percepatan penyusunan regulasi turunan serta penguatan tata kelola pariwisata daerah.

“Belum terlambat untuk mengoptimalkan tata kelola pariwisata daerah agar lebih berkelanjutan dan berbasis data,” ujarnya.

Harapan Besar untuk Jawa Barat

Perhatian besar dalam diskusi tersebut mengarah pada potensi Jawa Barat sebagai wilayah implementasi program.

Reggy Kartawidjaja, Ketua DPD ITLA Jawa Barat, menyampaikan harapannya agar Jawa Barat menjadi salah satu provinsi yang menjadi tempat implementasi kerja sama antara IKA NHI, kementerian terkait, dan Komisi VII DPR RI dalam fungsi pengawasan.

Ia juga mengungkapkan bahwa saat ini sedang dalam proses meminta jadwal audiensi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk membahas peluang kolaborasi tersebut secara lebih konkret.

Senada dengan itu, Ricky Sjafei, pendiri Komunitas Guide Bandung, berharap Kota Bandung dapat menjadi kota percontohan dalam pengembangan ekosistem pariwisata berbasis kolaborasi. Ia juga menyampaikan harapan agar Universitas Kebangsaan Republik Indonesia Bandung dapat dilibatkan sebagai mitra dalam kolaborasi Hexahelix, yang melibatkan pemerintah, akademisi, pelaku usaha, komunitas, media, dan lembaga keuangan.

Secara terpisah, Joseph Sugeng Irianto, Ketua DPD ASTINDO Jabar yang juga sebagai Pemangku Kebijakan Badan Promosi Pariwisata Kota Bandung mengungkapkan bahwa, perlu adanya perhatian secara intens pada para pelaku pariwisata khususnya bidang Tour & Travel.

“Bidang Tour & Travel kini sudah mulai tergerus oleh kekuatan arus Teknologi Informasi, yang mana peran kecakapan manusia sudah mulai digantikan oleh mesin, medsos tiktok, IG, FB dan lainnya semakin mempersempit ruang geraknya. Akankah sekian tahun ke depan jurusan Tour Travel atau Usaha Layanan Wisata akan hilang ? Artinya Kementrian / Badan / Departemen terkait mesti membatasi peran teknologi secara bijak agar potensi SDM tidak menjadi pengangguran,” ungkap Joseph

Mahasiswi Berprestasi Fakultas Kedokteran Universitas Pendidikan Indonesia 2026 Marshafwah Wafi memberikan penguatan pentingnya aspek Kesehatan dan Keselamatan menjadi bahan kajian bersama disetiap diskusi aspek Ekosistem Pariwisata di Jawa Barat, Wafi yang juga Sekretaris Umum Ikatan Mahasiswa Muhamadiyah UPI siap mengajak Gen Z untuk terlibat di inisiatif positif untuk Jabar Istimewa

Optimisme Jawa Barat

Sejumlah pihak yang hadir menilai Jawa Barat memiliki peluang besar menjadi contoh pengembangan pariwisata berkelanjutan di Indonesia. Selain memiliki kekayaan alam, budaya, dan sumber daya manusia, arah kebijakan daerah juga dinilai semakin selaras dengan prinsip pembangunan berkelanjutan.

Optimisme tersebut menguat karena kepemimpinan Jawa Barat saat ini dikenal memiliki perhatian besar terhadap pelestarian alam, pengembangan pariwisata berkelanjutan, serta penguatan budaya lokal. Kondisi ini dinilai membuka ruang yang sangat kondusif bagi penerapan SDGs dan pengembangan nilai ekonomi karbon di sektor pariwisata dan ekonomi daerah.

Dengan sinergi antara komunitas profesional, pemerintah pusat, dan pemerintah daerah, Jawa Barat diharapkan tidak hanya menjadi destinasi wisata unggulan, tetapi juga menjadi contoh bagaimana pariwisata dapat tumbuh selaras dengan kelestarian alam dan kesejahteraan masyarakat. (rg/js/rn+)

Redaksi menerima sumbangan tulisan, berita dan artikel yang berhubungan dengan pariwisata. Apabila memenuhi syarat, setelah melalui proses editing seperlunya akan segera ditayangkan. Materi dan photo-photo (max 5 gambar) bisa di kirimkan melalui nomor WA Redaksi +62 81320-97-9339

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *