NARASI BALI KELEBIHAN WISATAWAN YANG PERLU DIKRITISI

pertunjukan tarian kecak yang memukau ratusan wisatawan di Pantai Melasti Bali (foto joseph)
NARASI BALI KELEBIHAN WISATAWAN YANG PERLU DIKRITISI (Bagian 2)
Dukungan Pemerintah dan Dampak Ekonomi Lokal
oleh Jongki Adiyasa
Dukungan pemerintah terhadap masyarakat dalam pengembangan pariwisata sesungguhnya dapat memberikan dampak ekonomi yang signifikan apabila direncanakan dengan tepat. Sebagai contoh sederhana, aktivitas penjualan hasil bumi seperti jeruk dan durian di jalur menuju Kintamani menunjukkan potensi ekonomi yang besar. Apabila pemerintah menyediakan lahan khusus yang tertata, dilengkapi dengan fasilitas parkir yang memadai dan aman, wisatawan akan terdorong untuk singgah dengan nyaman.
Dampaknya tidak hanya berupa peningkatan transaksi bagi masyarakat lokal, tetapi juga meningkatnya perputaran uang di kawasan tersebut. Aktivitas ekonomi yang tumbuh secara alami ini pada akhirnya akan berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat sekaligus memberikan kontribusi tambahan terhadap PAD melalui pajak dan retribusi. Contoh ini menunjukkan bahwa penyediaan fasilitas dasar oleh pemerintah dapat menjadi katalis yang efektif bagi pertumbuhan ekonomi berbasis pariwisata.
Pembelajaran dari Negara Tetangga dan Tantangan Target Kunjungan
Dalam konteks perbandingan kawasan, menarik untuk mencermati perkembangan pariwisata Vietnam, sebuah negara yang secara historis baru merdeka pada tahun 1975. Dalam beberapa dekade terakhir, Vietnam menunjukkan kemajuan yang signifikan melalui pembenahan yang terencana, dimulai dari penyediaan infrastruktur jalan yang memadai, fasilitas penyangga pariwisata, hingga pengembangan objek wisata yang ramah bagi kunjungan wisatawan.
Pendekatan tersebut memperlihatkan konsistensi antara perencanaan, pembangunan, dan pengelolaan destinasi. Hal ini tercermin pula pada capaian kunjungan wisatawan. Pada tahun 2025, Indonesia mencatat sekitar 16,5 juta kunjungan wisatawan, sementara Vietnam telah melampaui 21 juta kunjungan. Perbandingan ini menunjukkan bahwa target kunjungan yang tinggi bukanlah sesuatu yang luar biasa apabila didukung oleh kesiapan infrastruktur dan tata kelola yang memadai.
Dengan demikian, pertanyaan utama bukan terletak pada besarnya target, melainkan langkah konkret apa yang disiapkan untuk mencapainya. Apakah strategi pembangunan pariwisata masih terlalu bertumpu pada promosi, atau telah diimbangi dengan pembenahan aksesibilitas, fasilitas pendukung, dan kualitas pengalaman wisatawan secara menyeluruh. (JA/js/rn+)
Founder, Owner, Executive Director, Tour Operator, Tour Planner, Guest Speaker, Guest Lecturer
Executive Director – Ina Leisure Tour Operator – DMC
Vice Chairman – IINTOA (Indonesian Inbound Tour Operators Association)
Vice Chairman – AITTA (Alliance of Indonesia Tour & Travel Agencies)
Passionate advocate for sustainable tourism and industry collaboration
Redaksi menerima sumbangan tulisan, berita dan artikel yang berhubungan dengan pariwisata. Apabila memenuhi syarat, setelah melalui proses editing seperlunya akan segera ditayangkan. Materi dan photo-photo (max 5 gambar) bisa di kirimkan melalui nomor WA Redaksi +62 81320-97-9339

Leave a Reply
Want to join the discussion?Feel free to contribute!