SENSASI MENGAPUNG DAN MENCICIP AIR DI LAUT MATI

Wisatawan asal Indonesia tengah menikmati dead sea yang cenderung menurun debit airnya (foto intan zahra – istimewa)

Amman, rexnewsplus.com – Dalam benak kita, yang namanya laut adalah kolam yang luas terdapat sekumpulan air asin dan beragam ikan dan mahluk hidup di dalamnya.

Namun di Jordania terdapat sebuah laut yang unik. Laut Mati atau Dead Sea. Ditilik dari namanya terdengar sangat menyeramkan, namun ketiak rexnewsplus.com bertandang kesana tidak ada Kesan mistis atau hal-hal seram bila dihubungkan dnegan namanya.

Laut Mati atau Laut Asin atau dikenal sebagai Dead Sea adalah danau garam yang berbatasan dengan Yordania di sebelah timur dan Tepi Barat Palestina serta Israel di sebelah barat. Danau ini terletak di Lembah Celah Yordan dan anak sungai utamanya adalah Sungai Yordan.

Danau ini diberi nama laut mati karena menurut penelitian tidak ada kehidupan yang terdapat dalam air garam ini. Laut mati memiliki kandungan garam tertinggi dari seluruh laut di dunia. Tidak ada satu mahluk hidup punyang bertahan dnegan kandungan garam yang tinggi itu.

Kadar garamnya sekitar 32% dibandingkan dengan kadar garam rata-rata 3% pada Laut Tengah dan air laut pada umumnya. Hal ini yang menyebabkan kita tidak akan tenggelam, bahkan mengapung di permukaan air.

Secara geologi laut mati terbentuk tiga juta tahun yang lalu ketika timbul retakan kecil pada lembah sungai Yordan (Jordan Rift Valley) di mana air laut masuk dan terkumpul, iklim kering dan evaporasi tinggi meningkatkan konsentrasi mineral dalam air, Garam, kapur, dan gipsum terdapat pada sepanjang retakan ini dan membentuk danau dengan kandungan garam tertinggi.

Hingga sekitar 1950an, siklus alami Laut Mati berjalan stabil—aliran air tawar setara dengan laju evaporasi. Namun, pada tahun 1960an, pemerintah Israel membangun sistem pengairan yang mengalihkan aliran air dari hulu Sungai Yordan ke pipa-pipa di seluruh negeri. Pada 1970an, Yordania dan Suriah juga mengalihkan aliran Sungai Yarmouk, anak sungai utama di hilir Sungai Yordan.

Sejak 1979 Laut Mati terus-menerus mengalami penurunan debit air hingga ketinggian air terus menyusut. Ketinggian air rata-rata mengalami penurunan sekitar 3 kaki (1m) per tahun. Jejak ketinggian muka air laut yang terus menurun dapat kita lihat dari papan informasi. Bekas Pantai yang mengering kini ditanami pohon kurma dan pohon zaitun.

Lumpur laut mati dipercaya mengandung mineral yang baik bagi keseharan kulit. Mandi lumpur menjadi salah satu daya tarik wisata Dead Sea (foto joseph)

Manfaat lain bagi kesehatan, berdasarkan penelitian yang empiris material yang terdapat dalam laut mati diketahui mempunyai efek untuk mempercantik kulit. Wisatawan yang datang ke sana mencoba dan meyakini bahwa dengan membalur lumpur laut mati ini ke seluruh tubuh, mineral yang terkandung di dalamnya terbukti dapat memperbaiki kulit, melancarkan sirkulasi darah dan dapat membantu kesehatan.

Hasil penelitian yang sudah lama ini diketahui pula oleh Raja Salomo, Cleopatra dan Herodes Agung sehingga mereka mendatangi Laut Mati untuk memperoleh efek tersebut.

Nama Sebutan Laut Mati

Laut Asin

Dalam bahasa Ibrani, Laut Mati adalah “Yam ha-Melaḥ”, berarti “laut garam” atau “Laut Asin”. Istilah ini pula yang paling banyak digunakan dalam bagian Perjanjian Lama di Alkitab Kristen dalam bahasa Indonesia, sejak kitab pertama dalam Taurat yaitu Kitab Kejadian (Kejadian 14:3), kemudian Kitab Bilangan (Bilangan 34:3, 12), Kitab Ulangan (Ulangan 3:17), Kitab Yosua (Yosua 3:16; 12:3; 15:2, 5; 18:19), Kitab 2 Tawarikh (2 Tawarikh 20:2), sampai zaman Pembuangan ke Babel (abad ke-6 SM), yaitu Kitab Yehezkiel (Yehezkiel 47:8).

Laut Mati

Dalam prosa terkadang dipakai istilah “Yam ha-Māvet” (ים המוות, “laut kematian” atau “Laut Mati”), karena kelangkaan kehidupan akuatik. Dalam bahasa Arab, Laut Mati disebut “al-Bahr Al-Mayyit” (“Laut Mati”), atau yang kurang umum “bahr ᵘ Lut ᵃ (بحر لوط, “Laut Lot”). Istilah “Laut Mati” tidak digunakan dalam Alkitab bahasa Indonesia versi Terjemahan Baru.

Laut Zoar

Nama lain dalam sejarah bahasa Arab adalah “Laut Zoar”, menurut nama kota terdekat pada zaman Perjanjian Lama di Alkitab.

Laut Asphaltite

Orang-orang Yunani menyebutnya “Danau Asphaltites” (bahasa Yunani Attic ἡ Θάλαττα ἀσφαλτῖτης, ia Thálatta asphaltĩtēs, “Laut Asphaltite”).

Laut Timur

Alkitab juga menyebutnya sebagai “Yam ha-Mizrahi” (ים המזרחי, “Laut Timur”).[3]

Laut Araba

Dalam Alkitab Ibrani juga dipakai istilah “Yam ha-‘Ărāvâ” (ים הערבה, “Laut Araba”), meskipun dalam 3 dari 5 kali penyebutannya selalu dipakai istilah: “Laut Araba, yakni Laut Asin,”, sehingga jelas bahwa kedua istilah ini adalah sinonim.[4]

Pendapat Turis

Bagi pelancong asal Indonesia, Laut Mati atau Dead Sea ini merupakan salah satu destinasi yang wajib dikunjungi. Perpaduan perjalanan paket wisata Tiga Negara Mesir Palestina/Israel dan Jordan atau Paket Umroh biasanya membuat ekstensi mengunjungi Laut Mati ini.

Salah seorang pengusaha Tour Travel asal Jakarta,  Trie Budinengsih Makiah menilai bahwa kunjungan wisata ke Dead Sea ini harus diatur dengan baik.

“Pengaturan yang baik tentunya akan membuat wisatawan yang kita bawa puas, artinya kita harus tahu dan faham timing membawa mereka ke sana. Saat ini sedang summer, musim panas, dimana suhu berkisar 35-39C. Udara yang panas memang cocok bila berendam di air. Namun akses menuju bibir Pantai cukup menguras tenaga. Dengan biaya ticket masuk sebasar JOD 15 atau dalam rupiah sekira 388.000 per orang, nampaknya tidak sebanding dengan nilai tersebut. Kalau dibandingkan dengan negara kita, pengelolaan obyek wisata rupanya kita lebih unggul, nilai tersebut paling tidak kita mendapatkan air minum / welcome drink atau cendera mata,” ungkap pimpinan Nuansa Mandiri Tours Jakarta ini, Minggu (19/07/2026) lalu.

Sensasi mengambang di Laut mati (foto joseph)

Ditemui di tempat yang sama, Joseph pengusaha Tour Travel asal Bandung – Jawa Barat mengatakan bahwa ini kali kedua dia berkunjung ke Dead Sea setelah beberapa tahun lalu datang.

“Saya datang pertama kali ke dead sea dulu pas musim dingin, jadi rasanya lebih nyaman dibandingkan saat ini sedang summer atau musim panas. Udara yang terik menyebabkan tanah pijakan jadi panas sekali. Tetapi yang membuat begitu amazing adalah untuk kedua kalinya saya bisa mengapung di atas air garam ini,” kata Joseph yang juga diketahui sebagai Ketua DPD ASTINDO Jabar ini.

“Asin banget dan agak pahit waktu iseng mencicipi,” kata Joseph sambil tertawa saat ditanya oleh rexnewsplus.com perihal apa yang paling berkesan soal Dead Sea.  (js/rn+)

Sumber : wikipedia

Redaksi menerima sumbangan tulisan, berita dan artikel yang berhubungan dengan pariwisata. Apabila memenuhi syarat, setelah melalui proses editing seperlunya akan segera ditayangkan. Materi dan photo-photo (max 5 gambar) bisa di kirimkan melalui nomor WA Redaksi +62 81320-97-9339

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *