Efek Sphagnum Gedeanum Saat Terkena Sinar Matahari Mengesankan Air Curug Jadi Merah

keindahan curug cibeureum yang masih asri dengan hawa dan atsmosfir yang menyegarkan. (foto wanti)
Sukabumi, rexnewsplus.com – Tercatat ada 18 Curug di wilayah Sukabumi yang merupakan obyek pariwisata, antara lain Curug Cikaso, Curug Cirajeg, Curug Sentral dan lainnya. Kata Curug merupakan Bahasa Sunda yang dalam Bahasa Indonesia berarti Air Terjun.
Salah satu air terjun yang menarik perhatian banyak wisatawan adalah Curug Cibeureum, merupakan salah satu objek wisata alam yang berada di kawasan Selabintana, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Tempat ini terkenal karena keindahan air terjunnya yang berada di tengah kawasan hutan pegunungan yang masih alami dan sejuk.
Nama “Curug Cibeureum” berasal dari bahasa Sunda, Kata “Curug” berarti air terjun, sedangkan “Ci” berarti air dan “Beureum” berarti merah. Jadi, nama Cibeureum memiliki arti “air merah.” Nama tersebut muncul karena konon katanya dahulu terdapat lumut merah yang melapisi tebing air terjun yang bernama Sphagnum Gedeanum yang jika terkena sinar matahari akan menyalakan warna merah.
Curug Cibeureum berada di Perbawati, Cimacan, Kec. Cipanas, Kab. Sukabumi. memiliki ketinggian sekitar 60 meter dengan aliran air yang cukup deras dengan suasana alam yang sangat asri. Tebing batu di sekitar air terjun dipenuhi lumut hijau dan tumbuhan liar yang membuat pemandangan terlihat alami. Udara di kawasan ini cukup dingin terutama pada pagi dan sore hari karena berada di daerah pegunungan.
Obyek wisata ini memiliki trek yang cukup alami dan menyenangkan karena pengunjung harus berjalan kaki melewati kawasan hutan pegunungan yang sejuk dan masih asri. Jalurnya berupa jalan setapak tanah, bebatuan, serta akar pohon besar yang kadang licin terutama saat musim hujan. Sepanjang perjalanan, pengunjung akan disuguhi pemandangan pepohonan tinggi, suara burung, aliran sungai kecil, serta udara dingin khas Selabintana yang membuat suasana terasa tenang dan segar.

Informasi dan situasi sekitar curug yang memerlukan perhatian serius oleh pengunjung dan pengelola (foto wanti)
Trek menuju curug termasuk ringan sehingga masih cocok untuk pemula, dengan waktu tempuh sekitar 20 sampai 40 menit tergantung kondisi jalur dan kecepatan berjalan. Semakin dekat ke lokasi curug, suara gemuruh air terjun mulai terdengar dan suasana hutan terasa lebih lembab serta berkabut, sehingga perjalanan menuju Curug Cibeureum memberikan pengalaman seperti petualangan alam di tengah hutan pegunungan Sukabumi.
Diketahui harga tiket masuk cukup terjangkau untuk wisata alam pegunungan di Sukabumi. Tiket masuk wisata ini berkisar sekitar Rp 12.000 hingga Rp18.500 per orang tergantung hari kunjungan, kebijakan pengelola, dan pintu masuk kawasan wisata. Biasanya pada hari biasa harga lebih murah, sedangkan saat akhir pekan atau musim liburan harga bisa sedikit lebih tinggi.
Selain tiket masuk utama, pengunjung juga perlu menyiapkan biaya tambahan seperti parkir motor sekitar Rp5.000 dan mobil sekitar Rp10.000 sampai Rp15.000 (wn/js/rn+)
Kontributor : Wanti – Sukabumi
Redaksi menerima sumbangan tulisan, berita dan artikel yang berhubungan dengan pariwisata. Apabila memenuhi syarat, setelah melalui proses editing seperlunya akan segera ditayangkan. Materi dan photo-photo (max 5 gambar) bisa di kirimkan melalui nomor WA Redaksi +62 81320-97-9339


Leave a Reply
Want to join the discussion?Feel free to contribute!