REZA NOVALDY ITU BAGAI BUAH BERKUALITAS JATUH TIDAK JAUH DARI POHONNYA

Reza Novaldy, profesional Tour Leader (foto dok pribadi / istimewa)

Bandung, rexnewsplus.com  – Ibarat pepatah Buah Jatuh Tidak Jauh dari Pohonnya, adalah tepat dikalungkan pada sosok pelaku pariwisata asal Bandung, Jawa Barat ini.

Reza Novaldy, bukan nama asing di kalangan tour travel, khususnya para pemain lama era 2000 an ke bawah. Dia adalah anak dari seorang tokoh legendaris dunia tour travel Bandung, H. Yachya Mahmud, sosok yang membawa perubahan besar ASITA  pada masa itu.

Terobosan Yachya di era 90-an di organisasi ASITA Jawa Barat membawa nama organisasi besar tour travel itu semakin dikenal luas, bukan hanya wilayah regional tapi juga di kancah internasional.

Apa yang dimiliki Yachya sebagai pemimpin besar rupanya  menurun dan diikuti serta dikembangkan oleh anaknya.

Kenangan dengan Sang Ayah, Alm. Yachya Mahmud – Legenda Pariwisata Jawa Barat (foto dok pribadi / istimewa)

“Teman-teman banyak yang mendorong saya untuk maju menjadi calon Ketua DPD ITLA Jabar, sesungguhnya bukan karena nama besar Papa saya di organisasi ASITA, tetapi karena mereka menilai integritas dan kemampuan managemen organisasi serta leadership yang saya miliki,” kata Reza pada rexnewsplus.com saat ditemui di sebuah café di Kota Bandung Rabu (18/02/2026).

Reza Novaldy, anak pertama dari tiga bersaudara ini lahir pada 14 November yang dalam 3 tahun ke depan akan menginjak usia emas, lulusan salah satu perguruan tinggi Bisnis dan Management – SBM MBA ITB tahun 2004 ini memulai kariernya menurun dari orang tuannya.

Pada tahun 2004 mendirikan perusahaan dengan nama Tama Putra Wisata, dirintis oleh orang tuanya sebagai bekal masa depan bari Reza dan adik-adiknya. Reza yang jebolan sekolah bisnis dan manajemen membawa Tama Tour melaju pesat, yang berpangkal dari strategi shifting collaboration dengan banyak travel agent, seiring dengan Perusahaan orang tuannya PT Kalutama yang sama-sama di bidang tour travel, namun lebih ke ticketing, hotel reservation dan logistik.

secara khusus membawa keluarga untuk healing (foto dok pribadi / istimewa)

“Saat itu arus inbound dari Malaysia ke Bandung cukup deras, Bandara Husein Sastranegara dibanjiri wisatawan asal Malaysia. Saya berkonsentrasi untuk menghandle para wisatawan Negeri Jiran tersebut. Didukung oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan kami secara kontinyu menghadiri dan menjadi Seller di MATTA FAIR setahun dua kali,” kenang Reza.

Dari sisi organisasi, Reza pernah aktif di DPP Asita, DPD Asita Jabar, HIPMi, Kadin Kota Bandung, Japnas, Komunitas Dakwah Wa Tabligh dan saat ini kegiatan sebagai Training, Dosen tamu perguruan timggi, Nara sumber seminar, simposium dan Webinar

Maju Sebagai Calon Ketua ITLA

Menghadapi pesta demokrasi DPD ITLA di Jawa Barat, circle Reza mendorong dirinya untuk maju sebagai salah satu kontestan. Dari sisi leadership dan pengalaman Reza dinilai cakap dan memenuhi fit dan proper.

Dari penguatan tersebut, Reza pun mencoba istikhoroh, meminta petunjuk dari Sang Khalik dan Reza semakin yakin untuk maju dalam kontestasi itu. Bagi Reza tour leader ini sebagai salah satu bagian dari industri pariwisata  yang cukup strategis,  terutama di bidang outbound. Jadi  dengan profesi ini juga perlu ada untuk scale up, peningkatan secara individu.

“Kalau misalnya ini challenge-nya ya buat saya, kenapa saya ingin maju di ITLA, karena scope-nya sangat strategis gitu ya, kalau saya lihat strategis dalam salah satu industri pariwisata. Terutama untuk pengembangan individu, profesi, karir sebagai seorang tour leader,” ungkap Reza

Tambah dia ketika rexnewsplus.com menanyakan alasannya, pertama dia juga melihat bahwa dengan organisasi ini juga salah satu tempat atau wadah kita juga untuk memberi. Beda kalau bisnis kita untuk take profit bisnis, tapi kalau cara ngebuangnya gimana, kita juga tidak mungkin menerima sesuatu pengalaman apa yang sudah kita dapat di industri ini juga perlu kita keluarkan gitu. Salah satunya ada dalam berorganisasi. Apakah itu gagasan, pemikiran, itu juga satu hal yang memang perlu kita mengembangkannya. Salah satu wadah organisasi ini ya profesi kita jadi tour leader.

Lebih jauh Reza menggambarkan apa pentingnya tour leader dalam sebuah perjalanan bagi Masyarakat.

foto bersama peserta tour (foto dok pribadi / istimewa)

“Tour Leader adalah sebuah profesi, ini bukan hanya sekedar membawa orang, tapi juga bagaimana sebuah produk atau jasa yang dijual untuk para traveller, orang-orang yang menggunakan jasa itu sebagai travel agent. Nah kita tour leader ini sebagai garda depan, jadi bentuknya sebuah produk ini ya seorang tour leader ini harus bisa mampu membawa program yang dijual oleh para travel agent ini, kalau para travel ini menjadi produk yang sangat menarik gitu,” paparnya

Dalam halnya pelaksanaan kontestasi nanti, bagi Reza Musda adalah ajang yang jujur untuk memutuskan memilih calon pemimpin yang Amanah. Soal persaingan kompetitor dengan kompetitor yang lain bagi dia semua adalah teman-temannya, dia menekan egosentris dan over ambisi untuk menjaga tidak saling bersinggungan satu sama lain, menjaga fairness.

“Soal memilih nanti diserahkan juga kepada member, kepada voters yang untuk memilih dan saya juga berkampanye selayaknya berkampanye saja, tidak terlalu harus menggebu-gebu bagaimana, karena setiap orang juga punya pilihan, punya visi, misi ke depan. Dan saya juga memegang prinsip-prinsip saja, dengan lolos sebagai bakal calon juga berarti kan sudah menjadi bagian untuk membawa ITLA di organisasi ini 4 tahun ke depan” ucapnya santai.

Saat rexnewsplus.com menanyakan seandainya Dia kalah dalam pemilihan ini bagaimana dan apa yang akan dilakukanya? Secara diplomatis Reza mengatakan bahwa hal itu bukan jadi masalah kalau baginya, karena dia menyikapi hal tersebut secara dewasa. Baginya, namanya juga organisasi, pasti dalam sebuah pemilihan, pasti ada yang memilih, ada yang tidak memilih gitu. Ada yang kalah dan ada yang menang. Hal tersebut sebagai sebuah kewajaran. Jadi kalau memang tidak terpilih, tidak jadi masalah bagi Reza, komitmennya dia tetap akan terus bersama dengan ITLA Jawa Barat untuk memajukan ITLA ke arah lebih baik.

Menang atau kalah dalam pemilihan tetap akan dirangkul (foto dok pribadi / istimewa)

“Sebaliknya kalau memang diberikan kepercayaan, dipilih, alhamdulillah, mungkin ini sebuah amanah yang dititipkan. Itu tadi kebermanfaatan itu kan harus dibawa gitu, saya juga punya visi dan misi menjadikan organisasi ini sebagai organisasi yang lebih profesional, berintegritas dan juga punya manfaat bagi membernya. Terutama juga ada value, ada nilai-nilai, bukan hanya dari sisi-sisi peluang kerja juga, mungkin value dari knowledge yang mereka dapat selalu berkelanjutan. Jadi juga harus ada upgrade kompetensi dan levelnya juga harus jelas, seorang Tour Leader ini punya profesi  harus naik, harus meningkat,” terang Reza.

Pendapat Reza, organisasi sebesar ITLA Jawa Barat ini butuh seseorang yang berani membawa standar menjadi naik. Untuk itu karena dinamikanya selalu berubah, jadi kita juga harus terus melihat potensi-potensi yang ada.

“Di Jawa Barat ini kalau bisa punya segudang talent, industri pariwisata juga harus maju, levelnya harus naik, manusianya juga levelnya harus naik. Jadi ya dengan roda organisasi, salah satunya di ITLA Jawa Barat ini, harus punya taring juga kita untuk menaikkan KPI rata-rata pelaku pariwisata ya lewat organisasi yang salah satunya itu Tour Leader ini,” pungkas Reza.

Dengan sinergi antara komunitas profesional, pemerintah pusat, dan pemerintah daerah, ITLA Jawa Barat diharapkan menjadi role model unggulan menjadi contoh bagi wilayah dan organisasi lain dan terlebih bagaimana bisa mensejahterakan anggotanya. (js/rn+)

 

 

Redaksi menerima sumbangan tulisan, berita dan artikel yang berhubungan dengan pariwisata. Apabila memenuhi syarat, setelah melalui proses editing seperlunya akan segera ditayangkan. Materi dan photo-photo (max 5 gambar) bisa di kirimkan melalui nomor WA Redaksi +62 81320-97-9339

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *