KOMUNITAS PAMAN MENYANTUNI 408 ANAK YATUM PIATU DAN DHUAFA YANG TERNYATA BELUM PERNAH MENDAPATKAN BANSOS

Para Srikandi penggerak Komuitas Paman bersama ratusan anak yatim dan kaum dhuafa (foto dok paman/istimewa)
Bandung, rexnewsplus.com – Tercatat 408 anak yatim piatu dan dhuafa terlibat dalam kegiatan yang bertajuk “Gebyar Ramadhan 1447 H”, Ramadhan Bermakna Bersama Komunitas Papa Mama Nyentrik, yang berlangsung di Kota Bandung dan Sumedang pada Kamis (12/03/2026).
Rangkaian acara dilaksanakan pada 12-13 Maret 2026 ini juga menghadirkan Ustad Herman yang memberikan tausiah yang menyejukkan kalbu. Dirangkai dengan acara Ngabuburit Asyik, siraman rohan juga panitia telah pula menyelenggarakan kegiatan “Ngabuburit Asyik” yang diisi dengan interaksi akrab bersama para relawan.

Irvan, founder Komunitas Paman (foto dok pribadi/istimewa)
Kegiatan tahunan Komunitas Papa Mama Nyentrik (PAMAN) ini dirancang bukan sekadar seremoni musiman, melainkan sebagai wujud nyata kepedulian sosial yang melibatkan berbagai elemen masyarakat demi menghadirkan senyum bagi mereka yang membutuhkan.
“Fokus utama dari kegiatan ini adalah menyantuni 408 anak yatim piatu dan dhuafa. Hal ini kami ambil untuk memastikan bahwa mereka para anak yatim piatu dan kaum dhuafa bisa menyambut hari kemenangan dengan bahagia dan terlebih dapat dirasakan secara merata oleh seluruh lapisan masyarakat, tanpa terkecuali,” ujar Irvan founder dari Komunitas Paman yang sudah dirintis sejak 2021 lalu.
Kepada rexnewsplus.com Irvan menyampaikan bahwa anak-anak yang dibina oleh Komunitas PAMAN bukan berasal dari yayasan formal, melainkan dari mereka – anak-anak yang ditemukan langsung di perkampungan yang jarang bahkan mungkin belum pernah menerima bantuan sosial.
“Komunitas Paman menggandeng anak-anak asuh yang memang berasal dari perkampungan. Bahkan ada yang sebelumnya hampir tidak pernah menerima bantuan, sehingga kami ingin mereka juga merasakan kebahagiaan,” terangnya.

City Tour bersama anak-anak Yatim Piatu dan Dhuafa (foto dok paman / istimewa)
Dalam acara ini, panitia yang terdiri dari para relawan telah menyiapkan paket santunan dan bingkisan hari raya yang diharapkan dapat meringankan beban ekonomi keluarga penerima manfaat.
Kesuksesan acara ini tak lepas dari dukungan penuh Komunitas Jamaah Tukang Ngopi. Kolaborasi unik antara komunitas hobi dan aksi sosial ini menunjukkan bahwa semangat solidaritas bisa tumbuh dari mana saja. Sinergi ini memperkuat fondasi kepanitiaan dalam mengelola logistik dan operasional acara agar berjalan maksimal dan tepat sasaran bagi para peserta yang telah terdata.

berbagi bersama, bahagia bersama (foto dok paman / istimewa)
Diketahui penyaluran santunan, bantuan dan kebahagiaan dari Komunitas Paman ini dilakukan selama dua hari, yaitu pada tanggal 12 dan 13 Maret 2026, dimana hari pertama dipusatkan di pendopo Walikota Bandung, telah diberikan santunan dan bingkisan kepada sejumlah 150 anak dan 35 orang dewasa. Pada hari kedua yaitu tanggal 13 Maret kegiatan dipusatkan di GOD Desa Mekargalih dengan penyampaian sejumlah 258 bingkisan kepada anak-anak dan 50 bingkisan kepada dewasa.
Apa yang dilakukan Komunitas PAMAN ini yang secara kontinyu mudah-mudahan menjadi inspirasi berbagai komunitas sosial lainnya di Kota Bandung – Jawa Barat ini, sehingga dapat memberikan manfaat yang besar bagi anak yatim maupun kaum dhuafa. Apa yang diberikan biarlah Yang Diatas sana yang mengetahuinya. (js/rn+)
Redaksi menerima sumbangan tulisan, berita dan artikel yang berhubungan dengan pariwisata. Apabila memenuhi syarat, setelah melalui proses editing seperlunya akan segera ditayangkan. Materi dan photo-photo (max 5 gambar) bisa di kirimkan melalui nomor WA Redaksi +62 81320-97-9339


Leave a Reply
Want to join the discussion?Feel free to contribute!