ASTINDO NUSANTARA TRAVEL EXCHANGE – ANTX MENJADI MOMEN PENTING UNTUK MENDINASMISKAN PERGERAKAN WISATAWAN NUSANTARA
Jakarta, rexnewsplus.com – Ditengah gejolak harga tiket pesawat udara yang semakin tinggi akibat kenaikan harga avtur dan kondisi geopolitik yang tidak menentu, ASTINDO – Asosiasi Travel Agent Indonesia kembali menggelar event tahunan bertajuk Astindo Nusantara Travel Exchage – ANTX. Ini adalah gelaran ke dua yang diselenggarakan sehari penuh pada Senin (18/05/2026) di Grand Ball Room Sahid Jaya Hotel Jakarta.
Tercatat 49 Seller yang berasal dari berbagi pelosok Indonesia hadir yang dipertemukan dengan 170 an buyers yang berasal dari Jakarta, Jawa Barat dan Banten.
Dalam sambutannya yang begitu lancar menggelora, Pauline Suharno Ketua Umum ASTINDO menepis anggapan bahwa organisasi yang dipimpinnya hanya jago mengirim wisatawan Indonesia ke luar negeri, tetapi justru dengan penyelenggaraan ANTX ke -2 ini menjadi bukti nyata penggarapan sektor domestik.

“Harapannya tentu saja supaya travel agent anggota ASTINDO akan memiliki semakin banyak opsi barang dagangan, yang bervariasi. Melalui penyelenggaraan ANTX ini kita dapat memperkuat posisi Indonesia sebagai destinasi wisata unggulan sekaligus mendorong pertumbuhan industri pariwisata nasional yang inklusif dan berkelanjutan. Terselenggara untuk ke-2 kalinya, ANTX menjadi momen penting untuk semakin mendinamiskan pergerakan wisatawan Nusantara ,” ungkapnya di hadapan para tamu undangan dan buyers serta sellers.
Diketahui hadir pada acara pembukaan yang sederhana namun khidmat dan intimated ini, Wisnu Sindhuyrisno — Asdep Pemasaran Pariwisata Mancanegara III – Kementerian Pariwisata, Ketua Sub Kelompok Pemasaran Pariwisata Dalam Negeri Dinas Pariwisata & Ekonomi Kreatif DKI Jakarta, Aeronautical Business Group Head Injourney Airport, Direktur Komersial Gapura Angkasa, Donny de Keizer — CEO El John Media Network, CEO Easylink, Industry Affairs Manager ASPAC-Field Offices IATA, Hanif Rahma Hakim — Assistant Manager, FSDS IATA, para Ketua DPD dan perwakilan ASTINDO se Indonesia.
Pauline menyampaikan bahwa destinasi-destinasi wisata di seluruh dunia akan menitikberatkan pada quality over quantity, menyasar niche market gastronomi, adventure, wellness dan MICE. Menurutnya hal tersebut menjadi kesempatan baik untuk para pelaku pariwisata Indonesia, karena hampir seluruh destinasi yang ada memiliki potensi tersebut. Tegas Pauline, PRnya adalah bagaimana cara mengemas dan mempromosikannya dengan baik.
“Penentuan destinasi travelling pun sekarang turut dipengaruhi oleh gen Z yang lebih banyak scrolling sosmed, but remember this gen z msh dibiayai oleh our generation or even elder generation. Lemahnya adalah we’ll prefer to be served rather than mencari-cari sendiri di internet, apalagi orang Indonesia terkenal malas membaca,” pungkas Pauline.

Kondisi geopolitik dunia yang belum lagi usai dan pertumbuhan ekonomi yang sama tidak menentunya menimbulkan tantangan baru untuk industri pariwisata. Tetapi ASTINDO sudah membuktikan saat pandemi lalu anggota bisa survive and thrive, karena kita pelaku usaha bukan pemadam kebakaran yang ketika ada kejadian baru mencari air, tetapi kita telah terlatih untuk kreatif, fleksibel, adaptif dan resilient. Travel appetite masyarakat kita dan di seluruh penjuru dunia masih ada, tentunya dengan beberapa penyesuaian disana-sini terkait fasilitas, servis dan juga anggaran.
“We must stand together, tourism is not only an industry, but it helps to grow prosperity for local people and off course for us the tourism stakeholders. Together, we can do it,” tutup Pauline diiring tepuk tangan meriah seluruh peserta yang hadir. (js/rn+)
Redaksi menerima sumbangan tulisan, berita dan artikel yang berhubungan dengan pariwisata. Apabila memenuhi syarat, setelah melalui proses editing seperlunya akan segera ditayangkan. Materi dan photo-photo (max 5 gambar) bisa di kirimkan melalui nomor WA Redaksi +62 81320-97-9339


Leave a Reply
Want to join the discussion?Feel free to contribute!